Senin, 28 Maret 2016

Unknown 06.49
Jika berbicara soal kepemimpinan yang sukses sudah pasti kita akan melihat Rasulullah lah yang paling sukses dalam hal memimpin, dikatakan Pemimpin karena beliau selalu tampil di muka, menampilkan keteladanan, dan kharisma sehingga mampu mengarahkan, membimbing dan menjadi panutan, dan dikatakan manajer karena beliau pandai mengatur pekerjaan atau bekerja sama dengan baik, melakukan perencanaan, memimpin dan mengendalikannya untuk mencapai sasaran.

Umat Islam memandang Muhammad saw bukan hanya sebagai pembawa agama terakhir (Rasul) – yang sering disebut orang sebagai pemimpin spiritual, tetapi sebagai pemimpin umat, pemimpin agama, pemimpin negara, komandan perang, qadi (hakim), suami yang adil, ayah yang bijak sekaligus pemimpin bangsa Arab dan dunia.

Namun untuk saat ini kepemimpinan yang sempurna seperti itu sudah jarang ditemukan, banyak alsan untuk menjadi pemimpin yang sesungguhnya.
Tetapi paling tidak ia mampu mengarahkan dan memerintah anak buahnya agar tidak stuck dalam ruang lingkup yang sama.
hal ini terjadi pada saya sendiri, mungkin sering  dengar bahwa dalam sebuah perusahaan ada yang namanya PKWT(Perjanjian waktu kerja tertentu) dan JOBDESK, dalam jobdesk sudah tertulis tugas apa saja yang harus dilakukan selama bekerja dan peraturan apa yang harus dituruti sudah jelas tertulis disana.
Tapi pada kenyataannya apa yang tertulis akan berbeda dengan apa yang terucap dari seorang atasan awalnya sedikit kesal mengingat kerjaan yang utama banyak terabaikan tapi dengan seiring berjalannya waktu dan terlalu sering dilakukan jadi sudah terbiasa dan mulai merasa bahwa kerjaan tersebut adalah bagian dari tanggung jawabku dan itu terjadi ternyata sama halnya dirasakan dengan atasan  saya sendiri.

Beliau berkata" lakukan yang bisa kamu kerjakan meskipun bukan tanggung jawabmu karena pada saat itu ilmu mu akan bertambah tanpa kamu sadari, jangan merasa cukup dengan apa yang kamu punya".
mungkin kata "experience is the best teacher" sangat tepat, yang namanya ilmu bisa didapat dari mana saja.

Begitupun dengan menjadi seorang pemimpin kita tidak bisa hanya melihat satu sosok saja, banyak yang telah berhasil menjadi sorang pemimpin namun tidak terlepas dari kelemahan- kelemahan yang mereka perbuat, tidak masalah, selama kita bijak dalam hal menilai dan melihatnya dari sudut pandang yang berbeda maka kesalahan itu akan dibuat hikmah yang membawa kita menjadi lebih baik lagi untuk menjadi seorang pemimpin jika kelak diberikan kesempatan untuk memimpin. Baik di keluarga, organisasi perusahaan, organisasi masyarakat bahkan memimpin negara  sekalipun. :)

Description: TUGAS MANAJEMEN PROYEK:Berawal Dari Sebuah Inspirasi
Reviewer: Unknown
Rating: 4.0
ItemReviewed: TUGAS MANAJEMEN PROYEK:Berawal Dari Sebuah Inspirasi

Tidak ada komentar: